Polisi mengungkap alasan pasangan suami istri, IS (27) dan LH (26), di Tangerang yang tega menguburkan anak kandung mereka bersama dengan sandang lengkap.
Ternyata pembunuhan tersebut bermula gara-gara sang ibu, Lh, bukan sabar mengajari korban yang berusia 8 th atau duduk di bangku kelas 1 Sd. LH sesudah itu laksanakan kekerasan fisik terhadap anak perempuan tersebut, mulai berasal dari tangan kosong hingga mengenakan sapu.
Mirisnya, sang anak meninggal global. Merasa panik, orangtua menguburkan bocah itu masih bersama sandang lengkap.
LH mengaku sementara tersebut ia tengah mengajarkan anaknya studi. Tetapi, sang anak membuatnya kesal sebab susah diajari selagi studi online.
"Kita dalami mereka, khususnya kepada almarhum yang merupakan anak kandungnya sendiri dia merasa kesal, merasa anaknya ini susah diajarkan, susah dikasih mengerti,
agar kesal dan gelap mata," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lebak AKP David Adhi Kusuma kepada Kompas.Com di Mapolres Lebak, Rangkasbitung, Senin (14/9/). Menurut David, LH laksanakan serangkaian tindak kekerasan, layaknya mencubit, dan juga memukul bersama dengan tangan kosong dan mengenakan sapu.
&Nbsp;"Dicubit di bagian paha, akhirnya dipukul bersama tangan kosong di bagian paha. Lalu si anak juga dipukul bersama dengan gagang sapu berasal dari kayu sebanyak lima kali di bagian kaki, paha, betis, dan tangan," ujar dia.
Ketika korban udah tersungkur lemas, LH bukan berhenti laksanakan kekerasan, ia lebih-lebih memukul kepala bagian belakang anaknya tiga kali bersama dengan sapu.
